Ternyata Bahagia Itu…
Sabtu, 01 Februari 2020 | 09:55 WIB
Bahagia, ini adalah salah satu rasa yang pernah dirasakan oleh setiap orang. Walaupun bahagia adalah rasa, ternyata ini bukan hanya masalah perasaan. Rasa bahagia adalah sesuatu yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Bahagia adalah rasa yang dihasilkan oleh hormon yang bernama serotonin. Hormon serotonin ini memberikan perasaan senang dan juga nyaman bagi kita. Hormon ini bisa diperoleh ketika kita melakukan aktifitas tertentu. Selain itu, hormon ini juga bisa diperoleh dari makanan.
Bukan hanya hormon serotonin yang bisa membuat kita merasa bahagia, ada juga hormon yang bernama endorfin. Hormon endorfin ini bisa dihasilkan lewat kegiatan olahraga. Ketika tubuh kita berolahraga, kita akan menggerakkan tubuh secara inten. Ketika hal ini terjadi, denyut nadi akan meningkat. Meningkatnya denyut nadi ini, dibaca otak bahwa kita butuh pertolongan. Tubuh akan beraksi dengan memberikan pertolongan melalui produksi hormon endorfin. Hormon inilah yang akan mengusir perasaan tegang yang berasal dari gerakan olahraga kita. Karenanya setelah berolahraga, kita sering merasa lega bukan? Ini lah ketika hormon endorfin bekerja.
Jangan lewatkan matahari yang cerah di pagi hari! Ternyata dengan kita banyak berkegiatan dan terkena paparan sinar matahari pagi, ini akan berpengaruh baik untuk kita. Sinar matahari membuat hormon kortisol tidak muncul. Hormon yang bekerja berdasarkan sensor cahaya ini akan bekerja ketika kita berada dalam tempat yang gelap. Tempat gelap, membuat hormon kortisol muncul dan kita kemudian akan mengantuk.
Menarik bukan bagaimana bahagia terjadi secara ilmiah?
Bahagia itu bukan hanya masalah rasa, tapi ada hormon-hormon yang bekerja di sana!
