Seberapa Sering Kau Mengakses Telepon Selulermu di Masa Social Distancing Ini?
Selasa, 24 Maret 2020 | 03:40 WIB
Telepon seluler, ia adalah benda kecil yang mungkin kini menjadi benda yang paling banyak disentuh oleh manusia. Benda ini jugalah yang kini menjadi benda yang (seakan) wajib diakses oleh hampir setiap orang. Lebih-lebih pada masa social distancing karena virus korona seperti saat ini. Mengisi baterai telepon seluler yang biasanya cukup 1 kali sehari, kini bisa jadi leboh dari itu. Terbayang ketika berbagai hal dilakukan dari jarak jauh membuat kita (seakan) perlu berkomunikasi tanpa hentinya dengan berbagai pihak.
Melakukan berbagai aktifitas di masa social distancing ini, sungguh membutuhkan penyesuaian. Ketika para pekerja yang diizinkan bekerja dari rumah, mereka tetap melakukan tugasnya secara profesional. Namun di masa ini, tentunya mereka juga berperan ganda sebagai anggota keluarga yang melakukan juga berbagai tindakan pencegahan penyebaran virus korona.
Adanya peran ganda ini jugalah yang membuat telepon seluler menjadi lebih sering diakses dibandingkan sebelumnya. Telepon seluler dipakai untuk mengakses pekerjaan kantor dan juga mencari informasi terkini terkait penyebaran virus. Telepon seluler (seakan) menjadi benda yang bisa ‘menyelesaikan’ semuanya. Dunia seakan berada di dalam genggaman, ketika semua hal seolah bergantung pada informasi yang ada di dalam telepon seluler. Ini boleh-boleh saja, tapi dengan catatan jika kita dapat melakukannya secara proporsional.
Bekerja memang adalah hal penting dan kita perlu bersungguh-sungguh dalam melakukannya. Melindungi keluarga pun adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh kita sebagai anggota keluarga. Namun kita hendaknya ingat, bahwa yang menentukan berhasil tidaknya kita dalam melakukan ke-2 hal tersebut adalah jika kita menjaga bahkan meningkatkan akses kita berkomunikasi kepada Tuhan Sang Penguasa Kehidupan.
Telepon seluler saja dalam seharinya mungkin tidak terhitung kita mengaksesnya. Bagaimana dengan akses kita berkomunikasi dengan Sang Maha Pemberi Kehidupan? Semoga sama banyak atau bahkan lebih kita berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta, khususnya di masa seperti sekarang ini.
Tetapkanlah proporsi yang bijak dalam mengakses telepon selulermu!
