Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Kesehatan

Jamlah Anak Terpapar Covid-19 di Indonesia Mencapai Angka Tertinggi

Jamlah Anak Terpapar Covid-19 di Indonesia Mencapai Angka Tertinggi
1db45ed0e05b68ad.jpg (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)

Jumat, 14 Agustus 2020 | 05:16 WIB

Terkuak fakta yang sangat mengejutkan bagi negeri kita Indonesia, di mana Indonesia memegang rekor tertinggi untuk tingkat kematian anak di Asia Pasifik akibat virus Corona-19 yaitu sebesar 2,5 persen. Dan sementara itu berdasarkan pada data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa terdapat 11 ribu anak Indonesia yang terpapar Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis anak Mesty Ariotedjo di dalam acara Talk Show Online Tokopedia x Parenstory pada hari Kamis 13 Agustus 2020. Covid-19 pada anak diawali dengan mengalami diare, kejang, shock dan bahakan ada yang tanpa menunjukkan gejala.

"Ada di antaranya beberapa yang memicu tingginya angka kematian anak di Indonesia yaitu tingkat pemeriksaan yang rendah, banyak anak yang memiliki penyakit bawaan serta menderita gizi buruk dan penanganan yang terlambat. Dan penanganan yang terlambat ini terjadi karena diperiksa oleh dokter setelah anak sakit. ujar Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini."

Selanjutnya terkait pada penggunaan masker pada anak. Sebaiknya orangtua tidak mengenakan masker pada anak yang berusia di bawah dua tahun. Ini karena mereka tidak mengetahui dan memahami mengenai gejala sesak napas. Oleh karena itu anak yang berusia dua tahun tidak dianjurkan untuk memakai masker. Karena hal ini bisa membuat anak kesulitan dalam mendapatkan oksigen.Sementara itu juga hal yang berkaitan dengan belajat tatap muka bagi anak, tetap direkomendasikan agar belajar dari rumah hingga akhir tahun 2020. Akan tetapi pihak IDAI tidak dapat mengganggu keputusan tersebut.

Hal yang terkait dengan pembukaan sekolah merupakan keputusan dari pihak pemerintah. IDAI tidak dapat mengganggu gugat nmengenai hal tersebut karena pastinya ada pemikiran lainnya di balik itu. Seperti metode pembelajaran jarak jauh yang dijalankan apakah berjalan dengan baik. Namun dengan risiko seperti sekarang ini, banyak klaster-klaster baru dari sekolah dan bahakan di Papua ada klaster baru.

Hal pencegahan yang dapat dilakukan agar dapat menjaga imunitas pada anak yaitu dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang, meliputi protein, karbohidrat, Vitamin C. Vitamin C ini bisa didapatkan dari buah-buahan maupun sayur-sayuran hijau. Dn buah tidak hanya jeruk, tetapi bisa juga buah pepaya, stroberi dan yang lainnya. Konsumsi daging pun penting seperti daging hewani, hati, hati ayam. Pada hati ayam terkandung zat besi serta zinc yang bermanfaat dalam menjaga kekebalan tubuh. Dan selain itu juga perlunya tidur yang cukup karena dengan tidur yang cukup akan dapat menjaga imunitas tubuh.

Baca Juga