Terkini

Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.

Pendidikan

Dilema Orang Tua: PR Dihapus, Tapi Anak Malah Main HP?

Dilema Orang Tua: PR Dihapus, Tapi Anak Malah Main HP?
0f66ee5d032af508.jpg (Foto: BeritaOpini/Dokumentasi)

Rabu, 04 Juni 2025 | 21:42 WIB

Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan mengenai tugas rumah atau PR di kalangan pendidikan semakin memanas. Banyak sekolah di berbagai daerah mulai mengurangi atau bahkan menghapus tugas rumah sebagai respons terhadap kritik dari orang tua dan masyarakat. Namun, langkah ini ternyata membawa dilema baru: alih-alih memanfaatkan waktu luangnya untuk hal yang bermanfaat, banyak anak justru menghabiskan waktu di depan layar gadget, khususnya smartphone.

Salah satu dampak dari penghapusan PR adalah kebebasan yang diberikan kepada siswa untuk mengelola waktu mereka sendiri. Ini bisa jadi positif, namun sering kali berujung kontraproduktif. Orang tua yang berharap anak-anak mereka mengisi waktu luang dengan aktivitas yang mendidik seperti membaca buku atau berolahraga sering kali malah menemukan mereka asyik bermain game atau menonton video di aplikasi media sosial. Fenomena ini mengundang keprihatinan, terutama di kota besar seperti Bandung.

Pesantren modern di Bandung menjadi salah satu pilihan alternatif bagi orang tua yang mencari pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga karakter dan spiritual. Di pesantren tersebut, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai agama dan nilai-nilai moral. Ini adalah cara yang efektif untuk mengatasi masalah yang muncul akibat penghapusan PR, yaitu dengan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan disiplin anak.

Salah satu pesantren modern yang patut diperhatikan adalah Pesantren Al Masoem Bandung. Pesantren ini memiliki program pendidikan yang komprehensif, menggabungkan kurikulum nasional dengan pengajaran agama yang mendalam. Dengan lingkungan yang lebih terstruktur, para siswa di Pesantren Al Masoem Bandung diharapkan dapat lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan diri mereka. Belajar di pesantren bisa jadi alternatif bagi anak-anak yang kehilangan fokus akibat gadget di rumah.

Model pendidikan boarding school di Bandung juga hadir sebagai solusi bagi orang tua yang mencari lingkungan belajar yang lebih terkendali. Dengan tinggal di asrama, siswa mendapatkan rutinitas yang jelas dan berbagai aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian mereka dari gadget. Boarding school di Bandung umumnya menyediakan fasilitas pendidikan serta ekstrakurikuler yang lengkap, mulai dari olahraga hingga seni, sehingga siswa bisa mengembangkan bakat mereka tanpa terjebak oleh pengaruh negatif dari teknologi.

Namun, orang tua perlu memahami bahwa penghapusan PR bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi perilaku anak. Lingkungan rumah, penggunaan teknologi, dan pola asuh orang tua juga berperan besar dalam pembentukan sikap anak terhadap belajar. Dengan adanya kebijakan baru di sekolah, penting bagi orang tua untuk tetap terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. Komunikasi yang baik dan kegiatan bersama bisa membantu anak memahami pentingnya belajar dan menjauhkan mereka dari pengaruh buruk teknologi.

Persoalan pendidikan di era digital memang kompleks. Di satu sisi, penghapusan PR diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan; di sisi lain, tantangan dari pengaruh gadget semakin kuat. Pesantren modern di Bandung dan boarding school di Bandung menawarkan solusi yang dapat menjadi jawaban atas dilema ini, meskipun tetap perlu melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anak di rumah agar pencapaian yang optimal bisa tercapai.

Baca Juga