Berhentilah Membandingkan Diri dan Nikmatilah Hidupmu…
Jumat, 28 Februari 2020 | 22:42 WIB
Lintasan lari, ternyata bukan hanya memberikan endorfin dan serotonin (pagi ini). tapi lintasan lari juga bisa menjadi analogi bahwa kita punya lintasannya masing-masing. Katakanlah di lintasan lari pagi tadi ada sekitar 50 orang termasuk kita sebagai salah satunya.
Kita adalah bagian dari sistem, kalau dalam hal ini kita adalah bagian dari dunia yang bernama lintasan lari. Tugas kita adalah menikmati berada di dalam lintasan lari. Terlepas dari kegiatan apa yang ingin kita lakukan di sana. Jika pun kita memilih untuk berlari, tak menjadi masalah jika kita tidak mengetahui berapa putaran yang sudah dilalui oleh warga lintasan lari lainnya.
Adjie Santosoputro seorang penulis buku dalam bukunya menyebutkan bahwa, “Berulangkali ingatkan diri: Setiap orang sudah punya jatah waktu dan ceritanya sendiri-sendiri.” Masih di dalam buku yang sama ia juga menyebutkan, “Penyelamat jiwa yang dibutuhkan pada zaman sekarang: Kurangi membandingkan.”
Bagaimana rasanya ketika dibandingkan? Tidak nyaman bukan? Tapi justru, mungkin justru kita sendirilah yang tanpa sadar membandingkan diri kita dengan orang lain.
“Mengapa ia begitu mudah mendapatkan pekerjaan?”
“Mengapa dalam waktu singkat ia sudah mendapatkan promosi kenaikan pangkat?”
“Mengapa ia bisa cepat memiliki rumah sendiri?”
Dan berjuta pertanyaan-pertanyaan retorik lainnya yang muncul bagaikan jamur di musim penghujan dalam piiran kita.
Bukan orang lain yang membanding-bandingkan diri, tapi jusstru (mungkin) diri kita lah pelakunya.
Yuk, sadari bahwa kita adalah kita, kita masing-masing punya lintasan individual yang hanya kita yang memilikinya.Tuhan sudah menciptakan pengaturan waktu ini sebaik mungkin.
Stop comparing and just enjoy your own track!
Selamat menikmati ‘lintasan’ kita masing-masing!
