Slogan “Cageur, Bageur, Pinteur†Menjadi Nafas KPAM dalam Mencetak Siswa Unggul
Senin, 14 Juli 2025 | 04:00 WIB
Selama pelaksanaan KPAM 2025, semangat pendidikan karakter kembali digaungkan secara nyata di lingkungan Yayasan Al Masoem Bandung. Dalam setiap sesi, setiap pengarahan, bahkan dalam hal-hal kecil seperti baris-berbaris dan pengenalan tata tertib, terdapat satu benang merah yang selalu dijaga: membentuk pribadi yang utuh lewat nilai-nilai “Cageur, Bageur, Pinteur”.
Slogan ini bukan sekadar hiasan dinding atau kutipan seremonial. Di Al Masoem, tiga kata itu telah menjadi nafas dari setiap proses pembelajaran dan pembinaan karakter. Cageur dimaknai sebagai upaya menjaga kesehatan, baik secara jasmani maupun rohani. Bukan hanya soal olahraga atau makanan sehat, tapi juga soal menjaga hati, pikiran, dan perilaku agar tetap bersih. Bageur, lebih dari sekadar baik, adalah cerminan akhlak yang mulia—sikap yang jujur, hormat kepada guru, dan santun kepada sesama. Sementara Pinteur adalah simbol semangat belajar dan berprestasi, tidak hanya di atas kertas, tapi juga dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis, dan terus bertumbuh sebagai individu yang bermanfaat.
Setiap kegiatan dalam KPAM diarahkan untuk memperkuat ketiga nilai tersebut. Saat siswa diajak mengenal aturan sekolah, mereka diajak sekaligus memahami alasan di balik kedisiplinan. Ketika mendengar visi-misi sekolah, mereka juga ditantang untuk memimpikan masa depan yang bukan hanya gemilang, tapi juga bermakna. Bahkan dalam kebersamaan sederhana seperti makan bersama atau menjaga kerapihan asrama, nilai Cageur, Bageur, dan Pinteur terus disisipkan sebagai pembiasaan yang natural.
Para guru, pembina, dan pendamping KPAM tak henti menjadi teladan langsung. Mereka hadir bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai sosok yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai itu dijalankan dalam keseharian. Dari cara memberi instruksi dengan tegas namun ramah, hingga memberi perhatian kepada siswa yang masih canggung di hari pertama, semua menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang tidak tertulis di modul, tapi terasa dalam suasana.
Melalui pendekatan ini, Al Masoem ingin memastikan bahwa KPAM bukan hanya ajang adaptasi lingkungan sekolah. Lebih dari itu, ia menjadi ruang investasi karakter jangka panjang. Karena di tengah cepatnya perubahan zaman dan tuntutan akademik, nilai-nilai yang dibawa siswa dari KPAM inilah yang akan menjadi kompas moral mereka dalam menjalani pendidikan—dan kelak, kehidupan.
Dengan terus menanamkan semangat “Cageur, Bageur, Pinteur”, Al Masoem membuktikan bahwa mencetak siswa unggul bukan hanya soal prestasi, tetapi juga keberanian untuk menjadi pribadi yang sehat, berakhlak, dan terus belajar dengan kesadaran diri.
